SPNF SKB KOTA DEPOK

SKB Pendidikan Non Formal Depok Butuh Perhatian Pemerintah


SPNF SKB KOTA DEPOK, SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) Pendidikan Non Formal kota Depok kurang perhatian pemerintah. Hal ini dinilai tidak ada bangunan yang memadai serta minimnya sarana dan prasarana pembelajaran

Sanggar Kegiatan Belajar dikota Depok adalah UPT Pendidikan Non Formal milik Pemerintah Depok, namun gedungnya tidak memadai sehingga dalam proses kegiatan belajar mengajarnya (KBM)) pun kurang maksimal.ungkap Abdul Muit Kepala Sanggar Kegiatan Belajar Depok saat melaksanakan ujian Paket B di SMPN 1 jalan Pemuda Depok (11/5).

Dikatakan Muit, Sesungguhnya ada tiga bangunan untuk SKB yang difasilitasi pemerintah, antara lain bekas UPT Pendidikan Panmas, bekas Kelurahan Kali baru dan bekas UPT Pendidikan Sawangan.

“Namun dengan kondisi gedung terpisah, untuk kegiatan belajar mengajarnya agak sulit untuk ditata, sehingga hal ini juga menjadi hambatan”. Katanya

Menurut Abdul Muit, Idealnya ada satu bangunan yang cukup memadai, untuk menaungi SKB ini, sehingga proses pembelajarannya dapat lebih maksimal.

“Jadi dalam satu area itu ada tipe gedung masing-masing, untuk kelas Paket A, B dan C, yang kondisinya sangat memprihatinkan itu paket C sehingga kurang maksimal”paparnya.

lebih lanjut Abdul Muit menjelaskan bahwa, Pendidikan masyarakat merupakan suatu proses dimana upaya pendidikan yang diprakarsai pemerintah, diwujudkan secara terpadu untuk meningkatkan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang lebih bermanfaat dan memberdayakan masyarakat.

Sejatinya pengembangan pendidikan masyarakat merupakan upaya peningkatan kemampuan personal yang dapat meningkatkan kapasitasnya sebagai investasi masyarakat dalam proses pembelajaran pendidikan sepanjang hidupnya.

“Seiring perkembangan dan tuntutan masyarakat semakin kompleks, kebutuhan terhadap layanan pendidikan nonformal juga semakin berkembang. Dengan demikian, untuk meningkatkan mutu dan penjaminan kualitas pelaksanaan program pendidikan masyarakat, sangatlah penting”,kata Muit.

Dirinya berharap, kepada pemerintah kota Depok, untuk lebih memperhatikan keadaan ini, sebab pembinaan pendidikan masyarakat kepada lembaga-lembaga pendidikan nonformal yang menjadi binaannya, dalam rangka peningkatan dan terjaminnya mutu lembaga pendidikan nonformal yang menjadi binaan Pemerintah khususnya kota Depok.ujarnya.

Namun demikian lanjut Muit, Ada beberapa program yang dilaksanan oleh SKB kota depok, alhamdulillah perhatian pemerintah daerah melalui disdik, terhadap program ini sudah cukup besar.

Adapun untuk pelaksanaan program-program tersebut, diantaranya

1. program paud negeri terpadu, yang pembelajarannya dilaksanakan di eks kantor kelurahan kalibaru cilodong, saat ini memiliki peserta didik 52 peserta, yang anggarannya bersumber dari apbd melalui Disdik

2. program kesetaraan (paket a, paket b dan paket c), ini merupakan program unggulan SKB kota Depok. Sejawa barat skb kota depok merupakan yang terbanyak peserta didik program kesetaraannya, ditahun 2019 ini ada 826 peserta didik yang mengikuti Ujian Nasional, pelaksanaan program ini dibiayai dari APBD melalui Disdik dan juga dari APBN

3. Program Kursus dan pelatihan, yang setiap bulan dilaksanakan di skb kota depok, ini merupakan bantuan yang bersumber dari apbd melalui Disdik

4. Program keaksaraan (buta aksara latin dan arab) masih rutin dilaksanakan setiap tahun.


0 Komentar

Tulis Komentar